News Update :
Home » » Kepribadian Rasulullah Yang Penuh Kesabaran

Kepribadian Rasulullah Yang Penuh Kesabaran

Written By Taufik Ismail on Jumat, 04 Mei 2012 | 19.35




Mengenai kesabaran Rasulullah shallallahu alahi wassalam boleh di bilang tidak terbilang lagi, tengoklah masa kecil beliau yang penuh dengan penderitaan .


Semenjak lahir tidak pernah merasakan kasih sayang ayah usia balita telah di tinggal bunda nya,setelah itu berpindah pindah dari pengasuhannya kakek nya ke pamannya .


Terakhir beliau ikut dengan pamannya, abut thalib yang hidup penuh kemiskinan, bayangkan menumpang di rumah seorang kerabat yang hidup nya penuh kekurangan,tentu membuat beliau tidak sedikit pun sempat mengecap kebahagian


Rasul merasakan kebahagian setelah menikah dengan khadijah,seorang janda pengusaha yang paling ternama di kota mekah ,saat itu beliau baru bisa membalas kebaikan pamannya .


Pada usia 40 tahun beliau di angkat oleh Allah menjadi Nabi dan Rasul .untuk menyebar agama islam di muka bumi ini,babak baru kesabaran beliau mulai teruji,berbagai rintangan dan hambatan beliau hadapi dengan penuh kesabaran .


Urwah bin az zubair ia bekata kepada ibnu amr bin al ash:sampaikanlah kepadaku keadaan yang di lakukan paling keras oleh suku quraisy terhadap Rasulullah ,dia menjawab ,tatkala Rasulullah shalat di dalam ka'bah tiba tiba muncul uqbah bin abi mu'ith, lalu dia melingkarkan pakaiannya di leher beliau,kemudian menjerat nya dengan tarikan yang sangat keras, Abu bakar yang melihat nya itu langsung mencengkram pundak uqbah serta menyingkirkan dari sisi beliau,seraya berkata,apakah kamu hendak membunuh orang yang hanya mengatakan:Tuhanku adalah Allah .


Ubay bin khalaf tak jauh berbeda kekejamannya dengan uqbah bin abi mu'aith dalam menganiaya Rasulullah. Pada suatu hari uqbah mengintip Rasul sedang membaca Al Qur'aN, lalu di laporkan kepada ubay bin khalaf, maka ubay memerintahkan uqbah untuk meludahi muka Rasulullah, Tanpa pikir panjang wajah Rasulullah benar benar di ludahi oleh uqbah , beliau tidak sedikitpun merespon perlakuan gembong kaum musrikin itu .sebab beliau telah mengetahui aka akhir dari kehidupannya .


Di sebutkan dalam "Tafsir Surat Yasin"sesungguh nya kaum Quraisy itu telah merontokan gigi sang Nabi dengan lemparan batu, tetapi beliau malah berdoa untuk kaum nya: Ya Allah,berilah petunjuk kaumku, sesungguh nya mereka itu adalah orang orang yang tidak mengerti .


Abu jahal adalah gembong kafir quraisy yang tak henti henti berusaha membunuh Rasulullah .tak henti henti nya ia memutar otak .


Suatu saat abu jahal berkata di hadapan kaum kafir quraisy": wahai kaum quraisy, sesungguh nya Muhammad tetap enggan dan kalian melihat sendiri dia telah mencela agama kita , mencaci maki bapak bapak kita.membodoh bodohkan harapan kita dan mencela sesembahan kita .aku bersumpah kepada latta da uzza, aku benar benar menunggu dia dengan membawa batu, ketika ia sedang melakukan sholat pada saat sujud, maka batu itu akan ku timpa di kepalanya biar mati .


Kaum kafir quraisy berkata kalau itu kemauan mu, maka lakukanlah apa yang menjadi kehendakmu, esok pagi nya mengambil batu seperti yang ia katakan kemudian ia duduk di deket ka'bah menunggu Rasulullah .


Tatkala Rasul sedang sujud dalam shalat nya,abu jahl yang akan menimpa batu tiba tiba mundur dengan muka pucat dan gemetar .kedua tangan nya tidak mampu menyangga batu yang di bawa nya .


Setelah itu kaum kafir quraisy mendekatkan abu jahl dan berkata :apa yang terjadi abu jahl ,


Ia menjawab: ketika aku menghampiri muhammad tiba tiba ada se ekor unta yang menghalangi ku.tidak demi latta dan uzza aku tidak melihat unta seperti lazim nya, tinggi maupun pendek,tidak pula bertaring, unta tersebut menghampiriku dan ingin mencaplok ku ,suatu ketika Rasul bercerita kepada abu bakar bahwa yang melindungi ku adalah jibril


Dan masih banyak lagi ujian Rasulullah dalam mengembangkan agama islam yang hak inikesabaran beliau dalam menghadapi nya sungguh kesabaran yang tidak akan sanggup di pikul oleh siapapun
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. AHLUL BADR . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Creating Website. Inspired from Metamorph RocketTheme